Cahaya dari Ruang Psikologi: Perjalanan Ibu Riza Menjadi Sosok Inspiratif di Fakultas Psikologi UNESA
Surabaya - Menjadi seorang Dosen
sekaligus Koorprodi S2 Psikologi di Universitas Negeri Surabaya bukanlah hal
yang mudah. Namun, bagi Ibu Riza, Amanah tersebut merupakan bentuk tanggung
jawab yang harus dijalankan dengan sepenuh hati dan ketulusan. Melalui
dedikasinya, beliau menunjukkan bahwa keseimbangan antara tanggung jawab
akademik dan kesejahteraan diri (well-being) Adalah kunci untuk terus
berkembang.
Perjalanan karier Ibu Riza dimulai
dengan tekad untuk menempuh Pendidikan hingga jenjang Doktoral. Tantangan besar
ia rasakan ketika menjalani studi S3 di Malang sambil tetap mengajar di UNESA.
Jarak antara dua kota itu membuatnya harus pulang-pergi setiap minggu dan
membutuhkan waktu dan energi yang besar. Meski begitu, semangatnya tidak pernah
padam. Ia mengaku bahwa pengalaman tersebut mengajarkan pentingnya manajemen
waktu dan daya tahan mental yang baik dalam menjalankan peran ganda sebagai
pendidik dan pembelajar.
“Ketika menyelesaikan studi S3,
saya menyadari pentingnya well-being agar bisa menyeimbangkan faktor internal
dan eksternal. Mengajar sambil kuliah membutuhkan pengelolaan waktu yang matang
serta dukungan dari lingkungan sekitar,” ungkapnya.
Dalam perjalanan kariernya, sosok
orang tua menjadi sumber inspirasi dan motivasi terbesar. Dukungan penuh yang
diberikan keluarga, terutama dalam bidang Pendidikan, menjadi fondasi kuat bagi
Ibu Riza untuk terus melangkah.
Komitmennya untuk tetap mengabdi di
UNESA lahir dari rasa cinta terhadap profesi dan tanggung jawab yang
diembannya. “Amanah harus dijalankan dengan hati yang tulus. Ketika kita
melakukannya dengan ketulusan, segala hal akan terasa lebih mudah dan bermakna”
tambahnya.
Di Tengah kesibukan yang padat, Ibu
Riza tetap menjaga keseimbangan hidup dengan melakukan hal-hal sederhana yang menyenangkan. Ia percaya bahwa
menjaga kebahagiaan diri sendiri merupakan bagian penting dari menjaga semangat
dan motivasi dalam mengajar. “Saya mencari hal-hal yang membuat diri saya
bahagia. Dari situ, energi positif muncul, dan saya bisa Kembali focus pada
tugas dan tanggung jawab,” katanya.
Kisah perjalanan Ibu Riza menjadi
inspiratif bagi civitas akademika Fakultas Psikologi UNESA. Melalui dedikasi,
ketulusan, dan semangat belajar yang tak pernah padam, beliau nmembuktikan
bahwa menjadi pendidik bukan hanya mentransfer ilmu, tetapi juga tentang
membangun nilai, karakter, dan kesejahteraan diri untuk terus tumbuh bersama.