Dari Perlindungan Anak hingga Ranah Forensik: Novarida Maulidia Temukan Panggilan Jiwa dalam Dunia Psikologi
SURABAYA – Meniti karir di dunia psikologi bukan hanya tentang menerapkan teori yang dipelajari di bangku perkuliahan, melainkan juga keberanian untuk terus bertumbuh dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Kiprah inilah yang dibuktikan oleh Novarida Maulidia, S.Psi., M.Psi., Psikolog, seorang alumni Fakultas Psikologi Universitas Negeri Surabaya (Unesa) angkatan 2017. Perjalanan Nova—sapaan akrabnya—di dunia psikologi berawal dari dorongan sang ayah. Meski awalnya belum memahami secara mendalam mengenai bidang tersebut, dukungan penuh dari keluarga mengantarkannya menjadi bagian dari Fakultas Psikologi Unesa melalui jalur Mandiri.
Setelah menyelesaikan pendidikan Magister Profesi Psikologi di Untag Surabaya, Nova memilih untuk kembali dan mengabdi di tanah kelahirannya. Saat ini, ia bertugas sebagai tenaga honorer psikolog klinis di UPT Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Wilayah Kota Kediri, sekaligus aktif berpraktik sebagai psikolog asosiat di Candi Psikologi dan Kiansi Consultant. Di UPT PPA, Nova menjadi garda terdepan dalam menangani berbagai kasus dinamis, terutama yang melibatkan anak-anak korban kekerasan seksual serta perempuan yang membutuhkan ruang aman.
Dedikasi Nova di lapangan secara langsung mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Perannya dalam memberikan layanan kesehatan mental dan pemulihan trauma korban sejalan dengan SDG 3 (Good Health and Well-Being) untuk menjamin kehidupan yang sehat dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Selain itu, pendampingan hukum dan psikologis bagi korban kekerasan berbasis gender juga menjadi kontribusi nyata terhadap SDG 5 (Gender Equality) mengenai kesetaraan gender dan penghapusan kekerasan terhadap perempuan dan anak, serta SDG 16 (Peace, Justice, and Strong Institutions) dalam menghadirkan keadilan dan perlindungan bagi kelompok rentan.
Bekerja di instansi pemerintah membawa tantangan tersendiri bagi Nova. Selain menyiapkan intervensi penanganan on the spot untuk para kliennya, ia juga harus berhadapan dengan tekanan media, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), hingga berkoordinasi dengan pihak kepolisian dalam penanganan kasus hukum. Berbagai tantangan tersebut mendorong Nova untuk terus mengembangkan kapasitas diri dengan mulai mendalami ranah Psikologi Forensik melalui pelatihan profesional. Bagi Nova, mempelajari psikologi yang bersinggungan dengan hukum memberikan sudut pandang baru yang semakin melengkapi keahlian klinisnya.
Melihat perkembangan Fakultas Psikologi Unesa saat ini, Nova menyampaikan rasa kagum dan apresiasinya yang mendalam. Menurutnya, fasilitas dan sarana-prasarana kampus saat ini sudah sangat lengkap dan berkembang pesat untuk mendukung proses belajar mahasiswa secara optimal, disertai branding serta program-program kampus yang semakin luar biasa. Menutup kisahnya, Nova membagikan prinsip hidup yang selalu memandunya dalam berkarir dan menjalani kehidupan, yaitu mandiri, bermanfaat, dan terus bertumbuh. Prinsip tersebut bermakna keberanian untuk menentukan jalan hidup sendiri, memanfaatkan keilmuan psikologi dari Unesa untuk membantu sesama, serta tidak cepat puas agar terus membuka diri terhadap pengalaman dan investasi keilmuan baru.