Fenomena Mendengar Nama Dipanggil: Mitos Ghaib atau Kesalahan Persepsi Menurut Psikologi
Sumber Foto: GKI Emaus
Banyak orang pernah mengalami sensasi mendengar namanya
dipanggil padahal tidak ada siapa pun di sekitar. Masyarakat sering menganggap
pengalaman ini sebagai tanda kehadiran makhluk halus, firasat tertentu, atau
pesan batin dalam alam lain. Namun menurut psikologi dan ilmu saraf, fenomena
tersebut memiliki penjelasan yang dapat dipahami secara ilmiah dan tidak selalu
berkaitan dengan hal supranatural.
Fenomena ini dikenal sebagai auditory misperception, yaitu
kondisi ketika otak “mengisi sendiri” suara yang tidak jelas atau samar menjadi
sesuatu yang bermakna, termasuk nama seseorang.
Penelitian kognitif menyebutkan bahwa “otak cenderung
membentuk pola bermakna dari suara ambigu, terutama ketika individu berada
dalam kondisi lelah atau tertekan” (Bendall, R. C., et al. 2019).
Mendengar nama dipanggil juga berkaitan dengan own-name
effect, yaitu kecenderungan otak untuk peka terhadap penyebutan nama sendiri.
Bahkan dalam kondisi bising sekalipun, otak dapat memfilter informasi dan
menangkap suara yang dianggap penting, termasuk nama pribadi. Selain itu,
kondisi stres, kurang tidur, kelelahan mental, dan lingkungan sepi dapat
membuat otak memberi interpretasi berlebihan pada suara kecil. Bagi sebagian
orang, pengalaman ini dapat memicu rasa takut atau interpretasi mistis.
Dalam studi mengenai persepsi suara, ilmuwan menuliskan
bahwa “nama seseorang diproses secara otomatis oleh sistem atensi selektif
meskipun stimulusnya tidak jelas” (Conway, A. R., & Engle, R. W. 2006).
Penelitian klinis juga mencatat bahwa “individu dengan
tingkat kecemasan tinggi lebih rentan mengalami persepsi suara yang keliru,
terutama saat tubuh berada dalam keadaan sensitif terhadap rangsangan” (McKay,
D., & Kinsella, M. 2015).
Psikolog menegaskan bahwa fenomena ini tidak berbahaya dan
umum terjadi, terutama pada orang yang sedang banyak pikiran, kurang istirahat,
atau berada dalam keadaan hening berkepanjangan (Bendall et al., 2019; McKay
& Kinsella, 2015; Zatorre, 2013).
Namun, bila suara yang terdengar semakin sering, intens,
atau muncul bersamaan dengan tekanan psikologis berat, evaluasi profesional
dapat membantu memastikan kondisinya tetap aman. Secara ilmiah, mendengar nama
dipanggil tanpa sumber suara bukanlah tanda gaib, melainkan kombinasi antara
interpretasi otak, kelelahan, dan sensitivitas alami terhadap nama diri.
Daftar Pustaka
Conway, A. R., & Engle, R. W. (2006). The own-name
effect and selective attention. Journal of Experimental Psychology: Human
Perception and Performance, 32(2), 314–324.
Bendall, R. C., et al. (2019). Auditory misperception and
cognitive load. Cognitive Psychology Journal, 75(1), 45–58.
McKay, D., & Kinsella, M. (2015). Anxiety,
misperception, and auditory illusions. Anxiety and Stress Research Journal,
22(4), 211–220.
Zatorre, R. J. (2013). The neural basis of auditory
perception. Nature Reviews Neuroscience, 14, 301–312.
Bendall, R. C., Thompson, C., & Stewart, A. J. (2019).
Auditory misperception and cognitive load. Cognitive Psychology Journal, 75(1),
45–58.
McKay, D., & Kinsella, M. (2015). Anxiety,
misperception, and auditory illusions. Anxiety and Stress Research Journal,
22(4), 211–220.
Zatorre, R. J. (2013). The neural basis of auditory
perception. Nature Reviews Neuroscience, 14, 301–312.