Inauguration Psychojourney 2026: Menandai Awal Perjalanan Mahasiswa Baru sebagai Bagian dari Keluarga Fakultas Psikologi UNESA
SURABAYA – Fakultas Psikologi Universitas Negeri Surabaya (UNESA) menyelenggarakan Inauguration Psychojourney sebagai salah satu rangkaian kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Fakultas Psikologi UNESA 2026. Kegiatan ini berlangsung meriah melalui berbagai penampilan seni yang dibawakan oleh kelompok mahasiswa baru sebagai bentuk kreativitas, kebersamaan, dan kekompakan dalam menyambut perjalanan mereka sebagai bagian dari keluarga Fakultas Psikologi UNESA.
Dalam kegiatan ini, mahasiswa baru terbagi ke dalam sejumlah kelompok yang menggunakan nama tokoh-tokoh psikologi sebagai identitas kelompok. Setiap kelompok kemudian menampilkan pertunjukan dengan jenis seni yang berbeda, mulai dari drama musikal, tari modern, tari tradisional, hingga musikalisasi puisi.
Rangkaian penampilan diawali oleh kelompok Karen Horney dan Erik Erikson melalui pertunjukan drama musikal. Penampilan tersebut menjadi pembuka rangkaian Psychojourney sekaligus menunjukkan keberanian mahasiswa baru dalam tampil dan berkolaborasi di hadapan civitas akademika Fakultas Psikologi UNESA.
Selanjutnya, kelompok William James dan Ivan Pavlov menghadirkan tari modern dengan gerakan yang dinamis dan energik. Penampilan dilanjutkan oleh kelompok Albert Bandura dan Carl Rogers melalui tari tradisional yang memadukan kreativitas mahasiswa dengan unsur budaya.
Suasana kemudian kembali semarak melalui penampilan kelompok Hans Eysenck dan Kurt Lewin yang membawakan drama musikal. Setelah itu, kelompok B.F. Skinner dan Alfred Adler menghadirkan musikalisasi puisi sebagai bentuk eksplorasi seni melalui perpaduan puisi, musik, dan vokal.
Rangkaian pertunjukan berikutnya diisi oleh kelompok Jean Piaget dan Carl Jung melalui tari tradisional. Sementara itu, kelompok Wilhelm Wundt dan Sigmund Freud kembali menghadirkan musikalisasi puisi yang memberikan warna berbeda dalam rangkaian pertunjukan.
Sebagai penampilan terakhir, kelompok Henry Murray dan Abraham Maslow membawakan tari modern yang sekaligus menjadi penutup rangkaian pertunjukan Inauguration Psychojourney. Beragam penampilan tersebut memperlihatkan antusiasme mahasiswa baru dalam berpartisipasi, bekerja sama, dan mengekspresikan kreativitas melalui seni.
Tidak hanya menjadi ruang untuk menampilkan bakat, Inauguration Psychojourney juga menjadi momentum bagi mahasiswa baru untuk membangun relasi dan rasa kebersamaan sejak awal memasuki kehidupan perkuliahan. Proses mempersiapkan hingga menampilkan pertunjukan mendorong mahasiswa untuk berkomunikasi, membagi peran, bekerja dalam tim, serta saling mendukung satu sama lain.
Melalui kegiatan tersebut, Fakultas Psikologi UNESA memberikan pengalaman awal perkuliahan yang tidak hanya berorientasi pada pengenalan lingkungan akademik, tetapi juga pada pembentukan hubungan sosial dan pengalaman kolaboratif antarmahasiswa. Semangat kebersamaan yang dibangun melalui kegiatan ini diharapkan dapat menjadi bekal bagi mahasiswa baru dalam menjalani kehidupan akademik dan organisasi di lingkungan Fakultas Psikologi UNESA.
Pelaksanaan Inauguration Psychojourney juga sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) poin 4, Quality Education, melalui penciptaan pengalaman belajar yang inklusif, kreatif, dan mendukung pengembangan potensi mahasiswa. Selain itu, kegiatan yang mendorong interaksi, kolaborasi, serta pembentukan relasi positif antarmahasiswa turut mendukung SDGs poin 3, Good Health and Well-being, khususnya dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang memperhatikan kesejahteraan sosial dan psikologis mahasiswa.
Melalui perpaduan seni, kreativitas, dan kebersamaan, Inauguration Psychojourney menjadi salah satu pengalaman awal yang memperkenalkan mahasiswa baru pada kehidupan di Fakultas Psikologi UNESA. Kegiatan ini sekaligus menjadi ruang bagi mahasiswa untuk memulai perjalanan perkuliahan dengan semangat kolaborasi, kreativitas, dan rasa memiliki terhadap lingkungan fakultas.