MINDSET: Ciptakan Hubungan yang Sehat: Memahami Lebih Dalam tentang Love Bombing
Love bombing adalah taktik dalam hubungan interpersonal di
mana seseorang memberikan perhatian yang berlebihan, pujian, dan ungkapan kasih
sayang dalam waktu singkat. Fenomena ini sering terjadi di tahap awal suatu
hubungan ketika pelaku mencoba membangun ikatan emosional dengan cepat dan
intens. Pada awalnya, penerima love bombing merasa dihargai dan diperlakukan
dengan istimewa. Namun, intensitas perhatian semacam itu biasanya tidak
mencerminkan kedalaman hubungan.
Tujuan utama dari love bombing itu sebenarnya bukan untuk membangun
keterikatan yang sehat, tapi lebih ke memperoleh kontrol emosional. Pelaku
berusaha menciptakan ketergantungan, sampe penerima merasa sulit untuk menolak
ataupun menjaga batasan dirinya sendiri. Pola ini terlihat dari pesan-pesan
yang berlebihan, kayak urgensi emosional yang tiba-tiba, pemberian hadiah yang
nggak wajar, janji masa depan yang terdengar sangat indah (tapi nggak
realistis), bahkan tuntutan untuk selalu tersedia kapanpun dibutuhkan.
sumber foto: https://www.google.com/url?sa=i&url=https%3A%2F%2Ftandempsychology.com%2Flove-bombing-what-you-should-know%2F&psig=AOvVaw38-fjRdZ82etDHctvsCbOi&ust=1764813234241000&source=images&cd=vfe&opi=89978449&ved=0CBUQjRxqFwoTCJC88uunoJEDFQAAAAAdAAAAABAE
Dalam jangka panjang, hubungan yang terbentuk lewat love
bombing bisa menimbulkan tekanan psikologis. Penerima dapat mengalami rasa
bingung, rasa bersalah yang nggak jelas asalnya, sampe kehilangan kepercayaan
diri karena ngerasa nggak mampu memenuhi ekspektasi pelaku. Di titik ini
biasanya orang mulai nanya ke diri sendiri, “Aku salah dimana?”, padahal
masalahnya bukan di kamu. Karena itu penting untuk mengenali tanda-tanda awal
dan melakukan evaluasi secara rasional… nggak perlu buru-buru juga.
Memahami love bombing tidak hanya berpengaruh pada hubungan
interpersonal, tapi juga berkaitan dengan keseharan mental. Hal ini sejalan
dengan (SDG 3 – Good Health and Well-being). Dengan mengenal lebih dalam dengan love bombing,
secara tidak langsung mencegah kita dari hubungan yang tidak sehat. Hal ini juga
bentuk kepedulian kita terhadap Kesehatan mental.
Hubungan yang sehat itu dibangun melalui komunikasi yang
jujur, batasan yang dihormati, serta perkembangan emosional yang bertahap
(bukan instan). Afeksi yang konsisten, bukan intensitas yang tiba-tiba
membesar, adalah indikator cinta yang matang dan saling mendukung satu sama
lain. Kalau cinta bikin kamu bisa bernafas, bukan dicekik pelan-pelan, itu
tanda kamu di tempat yang benar.
Referensi:
1.
Stosny, S. (2013, May 8). Love bombing.
Psychology Today. https://www.psychologytoday.com/
2.
Dutton, D. G., & Painter, S. (1993).
Emotional attachments in abusive relationships: A test of traumatic bonding
theory. Violence and Victims, 8(2), 105–120.
3.
Sternberg, R. J. (1986). A triangular theory of
love. Psychological Review, 93(2), 119–13