Unspoken Letter: Pengalaman Mahasiswa Baru Menyampaikan Perasaan kepada Keluarga
SURABAYA – Fakultas Psikologi Universitas Negeri Surabaya (UNESA) menghadirkan Unspoken Letter sebagai salah satu rangkaian kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Fakultas Psikologi UNESA 2026. Mengangkat tema “Family & Mental Health”, kegiatan ini memberikan ruang bagi mahasiswa baru untuk menuangkan berbagai perasaan, pikiran, kenangan, maupun pengalaman yang selama ini mungkin belum mampu disampaikan kepada keluarga.
Unspoken Letter dirancang sebagai ruang refleksi dan katarsis emosi bagi mahasiswa baru dalam menghadapi masa transisi menuju kehidupan perkuliahan. Melalui penulisan surat, mahasiswa diberikan kesempatan untuk menyampaikan berbagai hal yang mungkin sulit diungkapkan secara langsung kepada keluarga secara personal dan rahasia. Upaya ini juga sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) poin 3, yaitu Good Health and Well-being atau Kehidupan Sehat dan Sejahtera, khususnya dalam mendukung perhatian terhadap kesehatan mental dan kesejahteraan psikologis mahasiswa.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan dan conditioning untuk menciptakan suasana yang tenang dan nyaman. Selanjutnya, dosen psikologi memandu sesi guided imagery yang mengajak mahasiswa merefleksikan rumah, keluarga, serta berbagai perasaan dan pesan yang mungkin selama ini tersimpan.
Setelah sesi refleksi, mahasiswa baru mulai menuliskan surat secara bebas kepada keluarga. Isi surat dapat berupa ungkapan hati, emosi, pikiran, kenangan, maupun pengalaman pribadi yang belum pernah atau belum mampu mereka sampaikan secara langsung. Proses penulisan dilakukan secara privat sehingga setiap mahasiswa memiliki kebebasan untuk menuangkan perasaannya tanpa perlu membagikan isi surat kepada orang lain.
Setelah selesai menulis, mahasiswa melipat dan memasukkan surat ke dalam amplop untuk disegel. Mereka diberikan kebebasan untuk menentukan apa yang akan dilakukan terhadap surat tersebut, baik menyimpannya, mengirimkannya kepada keluarga, maupun mengumpulkannya sesuai dengan pilihan masing-masing.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan grounding dan butterfly hug yang dipandu oleh dosen psikologi. Tahapan ini membantu mahasiswa kembali menyadari kondisi dirinya setelah melalui proses refleksi emosional. Kegiatan ditutup dengan debriefing dan penguatan psikologis untuk membantu memastikan mahasiswa berada dalam kondisi emosional yang stabil sebelum melanjutkan agenda berikutnya.
Bagi mahasiswa baru, Unspoken Letter menjadi pengalaman untuk berhenti sejenak di tengah proses memasuki kehidupan perkuliahan dan memberikan ruang bagi hal-hal yang selama ini mungkin sulit untuk diucapkan. Melalui kegiatan ini, Fakultas Psikologi UNESA berupaya menciptakan lingkungan kampus yang tidak hanya mendukung proses akademik, tetapi juga memberikan perhatian terhadap kesehatan mental dan pengalaman emosional mahasiswa.
Kegiatan Unspoken Letter sejalan dengan SDG 3: Good Health and Well-being melalui upaya Fakultas Psikologi UNESA dalam memberikan ruang refleksi dan mendukung kesehatan mental serta kesejahteraan psikologis mahasiswa baru.