Maladaptive atau Adaptive? Kamu yang Mana?
Sumber Gambar: https://mentalhealthathome.
Dalam kajian psikologi, perilaku individu dapat dikategorikan menjadi adaptif dan maladaptif berdasarkan dampaknya terhadap fungsi kehidupan sehari-hari. Perilaku adaptif merujuk pada respons yang membantu individu menyesuaikan diri secara efektif terhadap tuntutan lingkungan, sehingga mendukung kesejahteraan fisik maupun psikologis. Sebaliknya, perilaku maladaptif merupakan respons yang menghambat kemampuan individu dalam menghadapi masalah dan berpotensi memperburuk kondisi yang dihadapi.
Perilaku adaptif ditandai dengan kemampuan pemecahan masalah, fleksibilitas berpikir, serta respons yang realistis. Individu dengan perilaku ini cenderung mampu mengelola stres secara konstruktif, seperti mencari dukungan sosial atau melakukan aktivitas yang positif. Sementara itu, perilaku maladaptif ditandai dengan kecenderungan menghindari masalah, pola pikir irasional, serta respons yang tidak efektif seperti prokrastinasi atau menyalahkan diri secara berlebihan.
Pemahaman mengenai kedua bentuk perilaku ini penting karena berkaitan dengan upaya peningkatan kualitas hidup individu. Dalam konteks yang lebih luas, hal ini sejalan dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 (Good Health and Well-being) yang menekankan pentingnya kesehatan mental dan kesejahteraan, serta SDG 4 (Quality Education) dalam membentuk pola pikir dan keterampilan coping yang adaptif. Dengan demikian, pengembangan perilaku adaptif tidak hanya berdampak pada individu, tetapi juga berkontribusi pada terciptanya masyarakat yang lebih sehat dan berkelanjutan.
Referensi:
Adaptive and maladaptive coping styles Seiffge-Krenke, I. (2004). Adaptive and maladaptive coping styles: Does intervention change anything? European Journal of Developmental Psychology, 1(4), 367–382. https://doi.org/10.1080/17405629.2004.11453396
Penulis: Helnemia Crystin (helnemiacrystin@gmail.com)