Belajar Tetap Waras di Dunia yang Penuh Trigger: Peran CBT dalam Hidup Sehari-hari
Cognitive Behavioral Therapy (CBT) adalah pendekatan psikologi yang membantu seseorang memahami hubungan antara pikiran, perasaan, dan perilaku. Dengan CBT, kita belajar mengenali pola pikir negatif atau tidak membantu, mengevaluasinya secara objektif, dan menggantinya dengan cara berpikir yang lebih realistis dan sehat. Pendekatan ini tidak hanya diterapkan di sesi konseling atau terapi profesional, tapi juga bisa dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari.
Cognitive Behavioral Therapy (CBT) itu sebenarnya dekat banget sama kehidupan sehari-hari. Banyak dari kita suka kejebak mikir berlebihan, ngerasa nggak cukup, atau kebawa pikiran negatif tanpa sadar. Nah, CBT ngajarin satu hal penting: cara ngehentikan pola pikir yang bikin kita capek, terus ngelatih otak buat lihat situasi secara lebih realistis dan sehat.
Misalnya, waktu kita ngerasa “aku gagal deh, pasti semua orang lebih hebat,” CBT ngajak kita buat berhenti dulu, nanya ulang: “Faktanya apa? Ada bukti aku gagal? Atau cuma perasaan sementara?” Dari situ, pelan-pelan cara pandang kita berubah—not toxic positivity, tapi lebih objektif dan nggak nyiksa diri sendiri.
Yang menarik, kebiasaan kecil kayak gini nyambung sama nilai-nilai SDGs, khususnya Good Health and Well-Being. Soalnya, ngurus kesehatan mental itu bagian dari upaya buat hidup lebih seimbang, produktif, dan peduli sama diri sendiri. Ketika seseorang belajar mengelola pikirannya lewat pendekatan seperti CBT, efeknya bukan cuma buat dirinya, tapi juga buat lingkungan sekitar. Orang jadi lebih tenang, lebih aware cara berkomunikasi, dan lebih siap kontribusi secara positif.
Intinya, CBT itu bukan metode rumit yang cuma ada di buku psikologi. Ia hadir dalam cara kita merespons tekanan, cara kita ngobrol sama diri sendiri, sampai cara kita ambil keputusan. Semuanya dimulai dari hal sederhana: menyadari pikiran, mengevaluasi, lalu menggantinya dengan pola pikir yang lebih sehat.
Referensi:
Halodoc. (2024). Cognitive Behavioral Therapy: Pengertian, cara kerja, dan manfaatnya. Diakses dari https://www.halodoc.com
Beck, J. S. (2011). Cognitive behavior therapy: Basics and beyond (2nd ed.). Guilford Press
Penulis: Helnemia Crystin