PSYREAL: Efektifitas Metode Self Talk Dalam Mengurangi Kecemasan Atlet
Dalam edisi ini, PSYREAL mengangkat penelitian dari Fakultas
Psikologi UNESA Feby Fitri Winda Kesuma dan Miftakhul Jannah, Jurusan
Psikologi, dengan judul Pengaruh Self Talk terhadap Kecemasan Atlet Senam. Penelitian
dilakukan untuk menguji efektivitas self talk sebagai latihan mental
untuk membantu atlet senam ritmik mengatasi kecemasan menjelang pertandingan.
Dalam dunia olahraga, seorang atlet tidak hanya membutuhkan
kondisi fisik yang sehat, tetapi juga kondisi psikis yang stabil. Ketika atlet
memiliki kondisi fisik dan mental yang sehat, maka akan meningkatkan
performanya dalam berkompetisi. Pada cabang senam ritmik, atlet mendapatkan
banyak tekanan dari berbagai sisi. Tekanan terhadap kompetisi, penilaian juri,
dan tuntutan performa yang berdampak pada Kesehatan mentalnya. Banyaknya
tekanan menimbulkan kecemasan tinggi
pada atlet. Gunarsa (2008) menyatakan kecemasan
adalah perasaan tidak berdaya, tidak
aman tanpa sebab
yang jelas, kabur
atau samar-samar. Kondisi ini dapat mengganggu konsentrasi, menurunkan
kepercayaan diri, hingga memengaruhi hasil pertandingan.
Kondisi ini juga dipengaruhi dengan pembinaan atlet yang
hanya berfokus pada pembinaan fisik, disisi lain mengabaikan pembinaan mental
(psikologi). Hal tersebut perlu
diperhatikan oleh pembina dan pelatih dalam mempersiapkan atlet guna mencapai prestasi sesuai target. Bentuk latihan mental
yang dipilih peneliti untuk mengatasi kecemasan
yang dialami para
atlet adalah self-talk. Self-talk
merupakan salah satu aplikasi dari
penggunaan bahasa di dalam
kontrol diri akan
motivasi, dimana apa yang dikatakan atlet kepada
dirinya sendiri adalah faktor
yang penting dalam menetapkan sikap, perasaan,
emosi, dan perilaku. Self-talk dipilih karena merupakan bagian dari rational
emotive behavior therapy yang
bertujuan mengubah ide-ide irasional menjadi ide yang rasional, yang nantinya dapat mengubah
pandangan negatif atlet menjadi pandangan positif. Hal ini akan memberikan
motivasi positif pada atlet dan keinginan untuk berprestasi meningkat.
Penelitian ini menggunakan rancangan eksperimen, desain
ekperimen yang digunakan dalam
penelitian ini adalah pretest-posttest control
group design. Penelitian ini
melibatkan 12 atlet senam ritmik dari Persani Surabaya menjadi partisipannya.
Partisipan kemudian dibagi menjadi 2 kelompok
yaitu kelompok ekperimen dan kelompok kontrol. Teknik pengumpulan data
dalam penelitian ini adalah
dengan menggunakan skala dan juga menggunakan teknik analisis
data Uji Wilcoxon. Dengan
teknik kita akan mengetahui perbedaan kecemasan pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen
yang diberi perlakuan
berupa self-talk.
Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa
penerapan self-talk bagi atlet memberikan dampak positif. Dengan metode ini
atlet senam ritmik mengalami penurunan tingkat kecemasan , terutama saat
menjelang pertandingan. Hal ini menunjukkan bahwa self-talk tidak hanya
berperan sebagai strategi mental untuk menenangkan diri, tetapi efektif meningkatkan
rasa percaya diri, fokus, dan kesiapan psikologis atlet.